SLB/B PANGUDI LUHUR JAKARTA
SLB/ B PL Jakarta - Jl. Pesanggrahan 125, Kembangan, Jakarta Barat 11610 - Indonesia  Telp./Fax. : (021) 5804223
Sabtu, 15 Desember 2018  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


13.03.2013 10:48:26 1233x dibaca.
ARTIKEL
Hargailah Anak-Anak Anda

Pada sebuah drama Korea yang berjudul You're Beautiful, terdapat sebuah adegan di mana seorang ibu menyatakan bahwa ia menyesal telah melahirkan anaknya, "Karena melahirkanmu aku kehilangan hal paling penting dalam hidupku. Pasti kau membencinya karena aku meninggalkanmu demi dia. Tapi karena kamu, aku kehilangan dia…" – You're Beautiful Ep. 8.

Sedangkan drama Korea yang lain, Love Rain, seorang ibu menyatakan bahwa kelahiran anaknya telah menjadi sumber dari kehancuran rumah tangganya. "Kalau aku tidak hamil dirimu, pernikahan yang tidak bahagia ini tidak akan pernah dimulai," – Love Rain Ep. 9.

Kalimat-kalimat negatif seperti ini sering sekali keluar dari mulut orang tua terhadap anak-anak mereka. Karena kondisi orang tua yang sulit dan berbagai masalah yang dihadapi orang tua, terkadang mereka merasa stress karena kehadiran anak malah semakin mempersulit keadaan mereka. Stress yang dialami orang tua tidak jarang mengakibatkan orang tua bersikap negatif pada anaknya.

Para orang tua terkasih, anak-anak juga memerlukan penghargaan dari Anda. Ketika Anda terus menghadapi anak Anda dengan sikap negatif, maka anak Anda akan tumbuh menjadi seseorang yang penuh pikiran negatif dalam dirinya. Berbagai macam dampak negatif bisa timbul pada anak akibat perlakuan negatif dari orang tuanya dan pada kali ini kami akan mengajak Anda untuk memahami dampak apa saja yang akan diterima anak ketika orang tua menghadapi mereka dengan sikap negatif.

Penolakan / Rejection dari Orang Tua

Orang tua yang sudah merasa tertekan akan masalah-masalah yang ada, akan seringkali melakukan penolakan pada anaknya. Ketika anak merasa ditolak oleh orang tuanya, ia akan tumbuh dengan sifat kurang percaya diri sehingga ia mencari perhatian dari lingkungan sekitarnya dengan berbagai macam cara: membolos, menurunkan nilai-nilainya, dan mencari cara untuk menjadi pusat perhatian.

Penerapan Moral yang Ketat dan Keras

Orang tua selalu ingin anaknya tumbuh dengan pandangan yang lurus dan benar. Mereka tidak ingin anak-anak mereka mengulangi kesalahan yang pernah mereka lakukan sehingga seringkali menerapkan nilai-nilai moral pada anak dengan ketat dan keras. Kasus seperti ini akan mengakibatkan anak menjadi sering merasa bersalah dan berdosa, serta mengalami konflik batin dalam dirinya sendiri sehingga ia akan merasa kurang harga diri.

Pendisiplinan yang Terlalu Keras

Penerapan aturan oleh orang tua ketika mereka mendisplinkan anak tidak jarang berujung pada sikap keras orang tua pada anak. Hal ini dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang sering menyalahkan diri sendiri serta membutuhkan dorongan orang lain untuk menyelesaikan tugasnya. Anak juga akan tumbuh dengan rasa kebencian dan amarah dalam hatinya.

Penerapan Ambisi yang Terlalu Tinggi pada Anak

"Orang tua selalu menginginkan yang terbaik bagi anaknya" adalah sebuah kalimat yang sering diucapkan para orang tua. Namun tidak jarang juga kalimat tersebut hanyalah sebuah pembenaran atas ambisi mereka terhadap anak. Anak yang tumbuh dengan ambisi orang tuanya yang terlalu tinggi akan menjadi sebuah pribadi yang idealis yang tidak realistis. Ia akan sering frustasi dan merasa berdosa karena kegagalannya.

Pernikahan yang Tidak Harmonis (Marital Discord)

Stress yang dialami orang tua tidak jarang membuat keduanya saling menyalahkan atas keadaan mereka, membuat pernikahan menjadi tidak harmonis dan penuh pertengkaran. Anak yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini akan tumbuh menjadi pribadi yang cemas, stress, dan kurang percaya diri. Selain itu, ia juga akan mengalami kesulitan untuk percaya pada orang-orang di sekitarnya.

Perceraian (Broken Home/Divorce)

Orang tua yang memutuskan untuk berhenti memperjuangkan keluarganya dan mengambil jalan perceraian seringkali membuat anak tumbuh menjadi seseorang yang sering merasa stress dan cemas. Ia akan merasa rendah diri dan terombang-ambing antara loyalitas terhadap ayah atau ibunya. Selain itu, anak tidak akan menemukan model idaman yang bisa ia jadikan contoh sehingga membuatnya menjadi pribadi yang rapuh.

Menjadi orang tua memang bukan tugas yang mudah. Banyaknya masalah mungkin seringkali membuat Anda merasa tidak mampu. Tetapi ketika Tuhan sudah menganugerahkan karunia anak kepada Anda, itu berarti Ia percaya bahwa Anda bisa menjalaninya. Hargailah kehadiran Anda walaupun seringkali Anda dibuat stress oleh mereka. Bukanlah sudah menjadi naluri orang tua untuk mencintai anak-anaknya tanpa syarat?

Keep up the spirit!

Sumber : jawaban.com

 








^:^ : IP 34.228.41.66 : 2 ms   
SLB/B PANGUDI LUHUR JAKARTA
 © 2018  http://slb-jkt.pangudiluhur.org/